"MENEMBUS ASAP DAN API: 4 HARI JIBAKU TANPA HENTI TRC BPBD INHIL DI TIGA TITIK KARHUTLA"
TEMBILAHAN – Di bawah sengatan matahari yang membakar dan kepulan asap pekat yang menyesakkan dada, para ksatria oranye Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Indragiri Hilir terus menunjukkan dedikasi tanpa batas. Memasuki hari keempat, Senin (30/3/2026), tim masih berjibaku menaklukkan kobaran api yang melahap lahan di tiga titik krusial Kabupaten Indragiri Hilir.

Pertempuran melawan si jago merah ini berlangsung di tiga medan berat: Desa Teluk Nibung (Kecamatan Pulau Burung), Desa Bekawan (Kecamatan Mandah), dan Desa Pasir Mas (Kecamatan Batang Tuaka). Hingga hari ini, tercatat sekitar 35 hektar lahan telah hangus terbakar, meninggalkan jejak hitam dan tantangan yang kian berat bagi para petugas di lapangan.
Kondisi medan yang sulit dijangkau dan tiupan angin kencang tidak menyurutkan nyali tim TRC. Dengan seragam yang basah oleh keringat dan sisa air pemadaman, mereka terus melakukan penyekatan dan pendinginan agar api tidak semakin meluas ke pemukiman atau area perkebunan warga.
Kalaksa BPBD Inhil, R. Arliansyah, melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Ari Syuria, menegaskan bahwa perjuangan ini bukan sekadar tugas kedinasan, melainkan misi kemanusiaan untuk menjaga marwah dan kelestarian Negeri Hamparan Kelapa Dunia.
"Tim kita di lapangan sudah empat hari tidak mengenal lelah. Mereka bertaruh tenaga dan kesehatan demi memastikan api tidak lagi berkobar. Namun, perjuangan ini tidak bisa dilakukan sendirian oleh petugas," tegas Ari Syuria dalam keterangannya, Senin (30/3).
BPBD Inhil mengeluarkan imbauan keras sekaligus menyentuh hati kepada seluruh elemen masyarakat, korporasi, dan pemangku kepentingan. Ari menekankan bahwa tanggung jawab menjaga daerah dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) adalah mandat kolektif.
"Indragiri Hilir ini milik kita semua. Rasa memiliki itu harus diwujudkan dengan aksi nyata. Kami menghimbau seluruh pihak untuk berkontribusi aktif, setidaknya dengan tidak melakukan pembakaran lahan dan segera melapor jika melihat titik api. Inhil milik kita, dan kita jaga bersama," tambahnya dengan nada heroik.
Hingga berita ini diturunkan, tim TRC BPBD Inhil bersama unsur TNI, Polri, dan relawan setempat masih bertahan di garis depan, memastikan setiap bara di Desa Teluk Nibung, Bekawan, dan Pasir Mas benar-benar padam demi keselamatan warga Indragiri Hilir.