Atas Instruksi Bupati, BPBD Inhil Surati Provinsi Minta Bantuan Bom Air untuk Atasi Karhutla yang Meluas di Beberapa Lokasi

TEMBILAHAN – Langit Indragiri Hilir (Inhil) kian menyala. Kobaran si jago merah telah menghanguskan lahan di sejumlah wilayah sejak awal tahun 2026. Tercatat dari awal Januari hingga akhir Maret 2026, luasan lahan yang terbakar telah mencapai 141,9 hektar dengan 481 titik hotspot yang terpantau.

Menghadapi tantangan cuaca ekstrem di mana BMKG memprediksi musim kemarau tahun 2026 akan datang lebih awal dan bertahan lebih lama dibandingkan tahun sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) telah menetapkan Status Siaga Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang berlaku mulai dari 13 Februari hingga 30 November 2026. Ini adalah komitmen penuh pemerintah untuk melindungi segenap jiwa dan lahan di Inhil.

Puncaknya terjadi pada 25 Maret 2026, ketika BPBD Inhil menerima laporan kebakaran serentak dari Pemerintah Desa Bekawan (Kecamatan Mandah), Desa Pasir Mas (Kecamatan Batang Tuaka), serta Desa Teluk Nibung dan S. Danai (Kecamatan Pulau Burung).

Merespons cepat laporan tersebut, tim TRC BPBD Inhil langsung menerjunkan tiga tim ke lokasi kejadian. Namun, tantangan di lapangan sangat berat. Berdasarkan pantauan tim di Kecamatan Pulau Burung, kondisi titik api sangat jauh dari sumber air dan api sudah mulai mendekati pemukiman warga.

Mengetahui situasi yang genting dan mengancam pemukiman warga tersebut, Bupati Indragiri Hilir, H. Herman, tidak tinggal diam. Beliau memberikan instruksi tegas kepada Kalaksa BPBD Inhil, R. Arliansah, untuk segera bertindak melakukan upaya pemadaman udara.

Menindaklanjuti instruksi tersebut, Kalaksa BPBD Inhil langsung melayangkan surat permohonan bantuan kepada BPBD Provinsi Riau untuk melakukan upaya Water Bombing (pemboman air). Langkah ini diambil melalui surat nomor 300.2/150/BPBD-SEKR tanggal 27 Maret 2026 guna mengatasi kobaran api yang kian meluas dan sulit dijangkau melalui jalur darat.

"Kami tidak bisa bekerja sendirian. Kami mengetuk hati seluruh lapisan masyarakat: jangan ada lagi pembakaran lahan dengan alasan apapun. Mari kita jaga tanah kita, udara kita, dan masa depan anak cucu kita dari kepungan asap," tegas R. Arliansah, Kalaksa BPBD Inhil.

Mari kita jadikan tahun 2026 sebagai tahun di mana kepedulian kita lebih kuat daripada api. Hentikan Karhutla sekarang juga!