PENYESUAIAN STRUKTUR ORGANISASI PEMERINTAH KECAMATAN BERBASIS TEORI KONTINGENSI GUNA MENINGKATKAN EFISIENSI PELAYANAN PUBLIK
INDRAGIRI HILIR,- Camat Reteh Kabupaten Indragiri Hilir Zailani yang juga merupakan mahasiswa Magister Manajemen Universitas Lancang Kuning di bawah bimbingan Dr. Richa Afriana Munthe, SE., MM., memilih Structural Contingency Theory sebagai dasar kajiannya untuk memahami efektivitas struktur organisasi dalam sektor pemerintahan kecamatan.

Ia melihat bahwa keberhasilan pelayanan publik tidak hanya ditentukan oleh aturan formal, tetapi juga oleh kemampuan organisasi menyesuaikan struktur dengan kondisi lingkungan, sumber daya, dan kebutuhan masyarakat.
Menurut Zailani, tantangan di tingkat kecamatan muncul ketika struktur organisasi yang bersifat mekanistik tidak sepenuhnya sesuai dengan karakteristik wilayah yang luas, kondisi geografis yang sulit, serta keterbatasan sumber daya manusia. Struktur yang terlalu kaku dapat menghambat responsivitas, memperlambat koordinasi, dan menurunkan kualitas pelayanan. Sebaliknya, struktur yang lebih fleksibel dan adaptif memungkinkan kecamatan merespons dinamika masyarakat dengan lebih cepat dan efektif.

Untuk memahami dinamika tersebut, Zailani menggunakan Structural Contingency Theory yang menekankan bahwa tidak ada satu struktur terbaik untuk semua organisasi. Struktur yang efektif adalah struktur yang sesuai dengan kontingensi lingkungan, seperti ukuran organisasi, tingkat ketidakpastian tugas, teknologi, serta karakteristik sosial budaya masyarakat. Ketika struktur tidak selaras dengan kontingensi, kinerja organisasi cenderung menurun dan pelayanan publik menjadi kurang optimal.
Sebagai gagasan profesional, Zailani mengusulkan penyesuaian struktur kecamatan melalui analisis lingkungan yang lebih komprehensif, penguatan koordinasi lintas seksi, serta penerapan gaya kepemimpinan yang lebih adaptif.
Zailani juga menekankan pentingnya pembentukan tim kerja fleksibel, peningkatan kapasitas aparatur, serta mekanisme monitoring berkala untuk memastikan struktur tetap relevan dengan perubahan situasi. Pendekatan ini diyakini dapat meningkatkan efisiensi pelayanan, memperkuat kolaborasi, dan mendukung inovasi lokal.
Dalam pandangan Dr. Chandra Bagus sebagai masyarakat sekaligus peneliti Ilmu Manajemen, ketika dimintai pendapat Zailani, gagasan ini memberikan nilai penting karena mampu menjelaskan bagaimana struktur organisasi harus menyesuaikan diri dengan kondisi lapangan.
Dr. Chandra mengapresiasi kemampuan Zailani membaca konteks geografis, sosial, dan birokratis yang memengaruhi efektivitas kecamatan. Ia juga memberi catatan kritis bahwa organisasi publik sering terjebak pada struktur yang terlalu formal, sehingga perlu keberanian manajerial untuk melakukan penyesuaian yang lebih manusiawi dan kontekstual. Menurutnya, kesesuaian struktur yang tepat akan menciptakan pelayanan publik yang lebih cepat, akurat, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.