Mahasiswa KKN UNISI Kelurahan Sungai Salak Sosialisasikan Pencegahan Bullying di MDTA Nurul Hidayah
Sungai Salak – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Indragiri (UNISI) Kelurahan Sungai Salak menggelar sosialisasi pencegahan bullying di MDTA Nurul Hidayah Selasa (14/7/2026). Kegiatan ini bertujuan menanamkan nilai saling menghargai, menghormati sesama, serta meningkatkan kesadaran siswa terhadap dampak negatif perundungan sejak usia dini.

Sosialisasi dilaksanakan secara interaktif melalui penyampaian materi, sesi tanya jawab, serta pemberian contoh situasi yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Dengan pendekatan tersebut, para siswa diajak memahami bentuk-bentuk bullying, baik secara fisik, verbal, maupun sosial, serta cara menyikapi dan mencegahnya.
Mahasiswa KKN, Said Muhammad Rido, mengatakan bahwa edukasi mengenai bullying perlu diberikan sejak dini agar anak-anak memiliki pemahaman yang baik tentang pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman.

"Bullying bukan sekadar candaan, tetapi dapat memberikan dampak buruk terhadap mental dan kepercayaan diri seorang anak. Melalui sosialisasi ini, kami berharap para siswa semakin memahami pentingnya saling menghargai, tidak melakukan perundungan, serta berani melapor kepada guru atau orang tua apabila mengalami maupun menyaksikan tindakan bullying," ujarnya.
Pihak MDTA Nurul Hidayah menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Guru MDTA Nurul Hidayah mengapresiasi kepedulian mahasiswa KKN UNISI yang telah memberikan edukasi kepada para siswa mengenai pentingnya mencegah perilaku bullying di lingkungan sekolah.

"Materi yang disampaikan sangat bermanfaat bagi anak-anak. Kami berharap nilai-nilai yang diperoleh melalui kegiatan ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga tercipta lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan penuh rasa saling menghormati," ungkap salah seorang guru MDTA Nurul Hidayah.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UNISI Kelurahan Sungai Salak berharap dapat menumbuhkan karakter positif pada generasi muda sekaligus mendukung terciptanya budaya sekolah yang ramah anak, harmonis, dan bebas dari segala bentuk perundungan.