Gerak Cepat Tekan Stunting, Wabup Yuliantini Datangi Langsung Keluarga Terdampak

Batang Tuaka, (17/5/2026) - Pemerintah terus memperkuat langkah percepatan penanganan stunting, khususnya Kecamatan Batang Tuaka yang tercatat sebagai wilayah dengan angka kasus stunting tertinggi di Kabupaten Indragiri Hilir. Sebagai bentuk keseriusan penanganan, Wakil Bupati Inhil, Yuliantini yang juga Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Inhil turun langsung meninjau dan menemui keluarga anak penderita stunting, Minggu 17 Mei 2026.

Dalam kegiatan tersebut, Wabup Yuliantini turun langsung di sejumlah titik, di antaranya Parit Rumbia dan Parit 7 Desa Gemilang Jaya, serta Jalan Nelayan Desa Sungai Piring, Kecamatan Batang Tuaka. Selain memberikan edukasi kepada masyarakat, rombongan juga menyerahkan bantuan berupa sembako dan telur sebagai dukungan pemenuhan gizi bagi anak-anak terdampak stunting.

Turut mendampingi dalam kegiatan itu Kepala Dinas Kesehatan, Sekretaris Bapperida, Dinas Sosial, Camat Batang Tuaka, Ketua TP PKK Kecamatan dan Desa, serta kader Posyandu setempat.

Di hadapan keluarga, Yuliantini mengingatkan bahwa penanganan stunting memerlukan perhatian bersama, bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata. Ia mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap tumbuh kembang anak dan tidak memberikan stigma negatif kepada penderita stunting.

“Kepada keluarga dan masyarakat, jangan mengucilkan anak-anak penderita stunting. Mari kita pikirkan bersama bagaimana mengatasi stunting ini. Penanganan stunting bukan pekerjaan mudah, sehingga perlu dukungan dan kepedulian semua pihak,” ujar Yuliantini.

Menurutnya, edukasi kepada orang tua menjadi langkah penting agar keluarga memahami pola asuh, pemenuhan gizi, serta pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin bagi anak. Dengan pendampingan yang berkelanjutan, kondisi anak penderita stunting dapat terus dipantau sehingga penanganannya berjalan lebih optimal dan tepat sasaran.

Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Inhil terus memperkuat sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, kader Posyandu, dan masyarakat dalam upaya menekan angka stunting serta meningkatkan kualitas kesehatan generasi muda di daerah.