Bunda PAUD Inhil Ajarkan Anak Saling Menghargai, Wujudkan Sekolah Bebas Perundungan

Menjadi Narasumber dalam Sosialisasi Anti Kekerasan dan Perundungan di lingkungan satuan pendidikan Sekolah Dasar Negeri 004 Tembilahan, Bunda PAUD Indragiri Hilir (Inhil) Katerina Susanti Herman, mengedukasi para siswa untuk saling menghargai sesama. 

Kedatangan Bunda PAUD pada Senin (9/2) pagi yang didampingi Plt. Kepala Dinas Sosial dan P3A, Muammar Ghaddafi serta Kabid PAUD dan Pendidikan Masyarakat Dinas Pendidikan Inhil, Marisa Mona, dan pihak terkait lainnya, disambut meriah oleh keluarga besar SDN 004 Tembilahan. 

Suasana semakin meriah, dengan hadirnya  siswi berprestasi SDN 004, Azima Putri Anandita, sang 1'st Runner Up Mini Miss Grand Model Indonesia 2025, yang dalam momen ini menampilkan bakat modeling dan menerima penghargaan dari Bunda PAUD dan Kepala Sekolah.

Melihat banyaknya bakat putera-puteri daerah, menambah motivasi Bunda PAUD untuk mencegah kekerasan dan perundungan di sekolah, agar lebih banyak bermunculan anak-anak Inhil yang berprestasi. 

"Salahsatu kunci agar anak menjadi sukses dan meraih prestasi gemilang, adalah bagaimana sekolah dapat menjadi ruang aman untuk ia mengembangkan diri dan mendapat dukungan dalam mengembangkan bakat terbaiknya," ujar Katerina Susanti, saat menyampaikan paparan tentang peran sekolah, orangtua dan masyarakat dalam membangun lingkungan aman. 

Kemudian, Bunda Santi juga menyoroti pentingnya menjaga karakter anak agar tidak menjadi pelaku perundungan.

"Apa yang anak-anak lakukan hari ini, cepat atau lambat akan ada balasan yang akan dituai, maka tanamlah perbuatan baik sejak dini agar Ananda sekalian bisa menjadi generasi penerus yang hebat. Ingat pesan Ibu ya, jangan ganggu teman, jangan saling ejek dan jangan berkelahi dengan siapapun, sama-sama kita jadikan sekolah ini ruang yang aman dan nyaman," pesan Bunda Santi.

Membentuk karakter anak yang baik, disampaikan Kabid PAUD dan Dikmas Dinas Pendidikan, Marisa Mona, memerlukan peran maksimal orang tua dalam mengawasi perilaku anak.  

"Orangtua jadilah pendengar yang aktif agar anak nyaman bercerita tanpa takut dihakimi, ajarkan anak berempati dan menghargai orang lain, beri teladan yang baik di rumah sehingga anak dapat menerapkan sikap baik tersebut di sekolah dan awasi anak-anak saat bermain gadget," tutur Marisa Mona. 

Acara sosialisasi ditutup dengan sesi tanya jawab, agar anak lebih memahami materi dan melatihnya berani mengungkapkan pendapat.