Maktin "Peluk" Pasukan Oranye dan Biru di Meja Makan: Bukan Sekadar Bukber, Tapi Cinta dari Jalan Swarna Bumi

TEMBILAHAN – Rabu 18 Maret 2025 Jika biasanya mereka bertemu dalam kepulan asap hitam atau riuhnya sirene di tengah bencana, sore tadi suasananya berubah drastis menjadi aroma gulai dan tawa yang renyah. Di kediaman pribadinya, Jalan Swarna Bumi, Ibu Wakil Bupati Indragiri Hilir, Yuliantini—yang lebih akrab disapa dengan panggilan kesayangan Maktin—memilih cara paling hangat untuk berkata "terima kasih".

Bukan lewat pidato kaku di atas podium, melainkan melalui sebuah undangan berbuka puasa bersama bagi para "pahlawan berseragam" dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Indragiri Hilir.

Acara ini bukan sekadar rutinitas protokoler. Bagi Maktin, mengundang tim BPBD dan Damkar ke rumahnya adalah bentuk apresiasi terdalam atas dedikasi mereka yang seringkali mengabaikan keselamatan diri demi menjaga tidur nyenyak warga Inhil.

"Mereka ini adalah orang-orang yang larinya ke arah bahaya saat orang lain lari menjauh. Hari ini, saya ingin mereka duduk tenang, menikmati hidangan, dan merasakan bahwa kerja keras mereka sangat kami hargai," ujar Maktin dengan mata berbinar tulus.

Di bawah temaram lampu kediaman Jalan Subrantas, suasana cair seketika. Maktin menyambut satu per satu personel dengan keramahan seorang ibu. Tak ada sekat antara pimpinan dan anggota lapangan. Di meja makan tersebut, cerita-cerita tentang perjuangan memadamkan api dan mengevakuasi korban bencana mengalir, namun kali ini ditutup dengan manisnya kurma dan segarnya takjil.

Beberapa poin penting dari pertemuan penuh kehangatan ini:

Apresiasi Kesiapsiagaan: Maktin secara khusus memuji respons cepat tim dalam menghadapi berbagai musibah yang melanda Inhil belakangan ini.

Sentuhan Kekeluargaan: Undangan ini bertujuan mempererat ikatan emosional (bonding) agar tim tetap solid di lapangan.

Doa Bersama: Acara diakhiri dengan doa agar Kabupaten Indragiri Hilir dijauhkan dari segala marabahaya dan tim penolong selalu diberi kesehatan. 

Bagi para personel BPBD dan Damkar, undangan ini adalah suntikan semangat yang luar biasa. Mendapat perhatian langsung dari sosok "Ibu" di Kabupaten Inhil membuat lelah yang mereka pikul terasa lebih ringan.

Pertemuan di Jalan Swarna Bumi sore itu membuktikan satu hal: bahwa di balik seragam yang tangguh dan wajah yang terpanggang matahari, ada hati yang juga butuh "dipulangkan" ke dalam kehangatan keluarga. Dan Maktin, dengan segala kerendahan hatinya, telah menjadi rumah bagi mereka sore itu.