Ketua TP PKK Inhil Katerina Susanti Tegaskan Peran Bersama Tekan Stunting Lewat Edukasi Dashat
TEMBILAHAN HULU – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Katerina Susanti, menegaskan bahwa penanganan stunting bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, melainkan tugas bersama seluruh elemen masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Katerina saat menghadiri Edukasi Dashat (Dapur Sehat Atasi Stunting) yang digelar di Kampung KB Desa Pulau Palas, Kecamatan Tembilahan Hulu, Sabtu pagi (20/12/2025).

Dalam sambutannya, Katerina mengungkapkan bahwa angka stunting di Kabupaten Inhil masih menjadi tantangan serius, bahkan tercatat sebagai yang tertinggi di Provinsi Riau dengan angka mencapai 25 persen.
“Stunting masih menjadi tantangan besar bagi kita di Inhil. Ini bukan hanya tugas Dinas Kesehatan atau Dinas P2KBP3A saja, tapi tugas kita bersama, baik pemerintah, masyarakat, maupun tokoh masyarakat, untuk bersama-sama mengatasinya,” tegas Katerina.

Menurutnya, stunting bukan sekadar persoalan fisik, melainkan menyangkut masa depan generasi penerus daerah. Anak yang mengalami stunting berisiko mengalami gangguan pertumbuhan dan perkembangan otak, yang akan berdampak pada kualitas sumber daya manusia ke depan.
“Anak-anak kita adalah penerus kita. Kalau pertumbuhannya terganggu sejak kecil, bagaimana perkembangan otaknya. Padahal merekalah yang kelak akan menggantikan kita dan mewujudkan cita-citanya,” ujarnya.

Katerina menekankan bahwa upaya pencegahan stunting harus dimulai sejak dini, bahkan sejak masa kehamilan. Oleh karena itu, kegiatan Edukasi Dashat dinilai sangat penting untuk memberikan pemahaman kepada ibu hamil dan ibu menyusui terkait pengolahan gizi yang baik dan benar.
“Pencegahan stunting itu bukan dimulai saat anak lahir, tapi sejak dalam kandungan. Maka di sinilah pentingnya edukasi kepada ibu hamil tentang gizi, agar anak-anak kita lahir sehat dan tumbuh optimal,” jelasnya.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KBP3A) Kabupaten Inhil ini menyasar kelompok ibu hamil, ibu menyusui, baduta, dan balita.

Dalam momen tersebut, Ketua TP PKK Inhil juga menyerahkan telur kepada para peserta sebagai bentuk dukungan pemenuhan gizi keluarga. Tidak hanya itu, Katerina Susanti turut berdialog secara langsung dan santai dengan para peserta, bahkan mendatangi satu per satu peserta di tempat duduk mereka untuk mendengar langsung kondisi dan kebutuhan yang dihadapi.