Inflasi Tembilahan Februari 2026 Tercatat 7,32 Persen (Y-on-Y) Inflasi Bulanan 0,94 Persen dan Year to Date 0,70 Persen

Tembilahan – Bupati Indragiri Hilir yang diwakili Asisten II Setda Inhil, Dwi Budianto, didampingi Kepala BPS Indragiri Hilir, menyampaikan perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) Tembilahan bulan Februari 2026.

Dalam pemaparannya disebutkan, pada Februari 2026 terjadi inflasi year on year (y-on-y) sebesar 7,32 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 113,24. Sementara itu, tingkat inflasi month to month (m-to-m) tercatat sebesar 0,94 persen dan inflasi year to date (y-to-d) sebesar 0,70 persen.Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga pada sejumlah kelompok pengeluaran, yaitu makanan, minuman dan tembakau sebesar 6,68 persen; pakaian dan alas kaki sebesar 0,79 persen; perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 17,49 persen; perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,44 persen; transportasi sebesar 1,58 persen; informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,17 persen; rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 0,35 persen; pendidikan sebesar 1,86 persen; penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 1,33 persen; serta perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 28,12 persen.Sementara itu, kelompok kesehatan mengalami deflasi y-on-y sebesar 0,36 persen.

Beberapa komoditas yang dominan memberikan andil inflasi antara lain emas perhiasan, tarif listrik, daging ayam ras, cabai merah, beras, mobil dan sepeda motor, serta sejumlah komoditas pangan lainnya.Sebagai perbandingan, inflasi y-on-y Februari 2026 sebesar 7,32 persen lebih tinggi dibandingkan Februari 2025 yang tercatat sebesar 1,46 persen dan Februari 2024 sebesar 1,76 persen.

Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir melalui instansi terkait akan terus melakukan pemantauan harga dan menjaga stabilitas pasokan guna mengendalikan inflasi di daerah.