Bersama Lawan Corona

 

INDRAGIRI HILIR-  Pemerintah Republik Indonesia sedang mempersiapkan Vaksin Covid-19, informasi tersebut telah sampai hingga di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil). “Siap Divaksin saat Vaksin Siap” adalag slogan yang akhir-akhir digencarkan pemerintah melalui Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN).

Menanggapi hal tersebut, dikatakan Trio Beni Putera, juru bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Inhil, bahwa sembari vaksin di siapkan, pemerintah Inhil tengah gencar melakukan sosialisasi protokol kesehatan.

“Kami dari Satgas Covid-19 terus melakukan sosialisasi protokol kesehatan menggunakan berbagai media, upaya pengawasan dan patroli terhadap pelanggaran protokol kesehatan juga gencar dilakukan tim keamanan kami”, jelas Trio.

Lanjutnya, informasi terkait Vaksin Covid-19, Trio mendukung upaya pemerintah dalam menjaga kesehatan masyarakat.

“Yang jelas pemerintah sedang upaya, kitapun harus berusaha juga melawan Covid-19 dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan”, Tambahnya.

 

Sementara itu, data dari KPC-PEN terkait antusiasme masyarakat Indonesia untuk berkontribusi menjadi relawan vaksin COVID-19 sangat besar. Hal ini diungkapkan oleh Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin Covid-19 dari Universitas Padjadjaran, Profesor Dr. Kusnandi Rusmil dalam Dialog Produktif “Kelanjutan Uji Klinis Vaksin COVID-19" di Media Center Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), pada beberapa kesempatan lalu.

 

Ia menyampaikan bahwa Kebutuhan tim uji klinis yang bekerjasama dengan Bio Farma dalam mengembangkan vaksin Sinovac 1.620 orang, namun pendaftarnya 2.200 orang. Meski begitu, tidak semua pendaftar langsung bisa menjadi relawan. Ada protokol ketat yang diterapkan untuk menyaring peserta yang memenuhi persyaratan. 

 

“Yang diberikan pada orang-orang sehat berumur 18-59 tahun. Kita pemeriksaan dulu, rapid test dan swab test, kemudian dia negatif, tiga hari kemudian dia datang. Kita berikan imunisasi,  sebelumnya kita ambil darahnya. Empat belas hari kemudian disuntik lagi yang kedua. Kemudian tiga bulan kemudian diambil darah (lagi), enam bulan kemudian diambil darah,” terang Prof Kusnandi yang menjelaskan bahwa Vaksin Covid-19 ini diuji terus dalam rentang waktu enam bulan, seluruh 1.620 peserta diperiksa kesehatannya dan reaksi tubuh terhadap vaksin yang disuntikan pada mereka.

 

Selain melakukan uji klinis pada peserta, Tim peneliti dari Universitas Padjadjaran juga memantau kualitas vaksin yang dikembangkan oleh Bio Farma dalam periode yang berbeda. Hasil Uji Klinis inilah yang akan menjadi pegangan Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) untuk mengeluarkan Emergency Use Authorization (EUA) ataupun persetujuan kelayakan penggunaan vaksin ke masyarakat. 

 

……………………

Indragiri Hilir, 6 November 2020

Penulis : Hasbiantoro

Diskominfopers Inhil