Simbol Semah Laut Masyarakat Pesisir Inhil Berlayar Di Tepian Narosa
Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mempersembahkan simbol-simbol Tradisi Semah Laut dalam Pawai Perahu Hias rangkaian MTQ ke 44 Tingkat Provinsi Riau yang digelar di Kabupaten Kuantan Singingi.
Ancak yang digantung di pohon pinggir pantai, Jong bentuk perahu layar yang dilaluh ke laut dan kepala semah di tancap di alur, merupakan kelengkapan Semah laut yang ditontonkan di Tepian Narosa pada Sabtu (27/6) siang.


Perahu bersimbolkan Semah Laut tersebut mengitari Sungai Kuantan, beriringan dengan milik kabupaten/kota se Provinsi Riau lainnya. Berpenumpang Sekretaris Daerah Tantawi Jauhari, Ketua Dharma Wanita Persatuan Safarina Tantawi, Kepala BPBD, Kabag Kesra dan perwakilan lainnya.
Mewakili Bupati Inhil, Sekda Tantawi menyampaikan apresiasi penyelenggaraan Pawai Budaya Perahu Hias sebagai ajang pelestarian budaya lokal.
"Biasanya pawai budaya menggunakan kendaraan darat, namun di Kuansing kita menyesuaikan dengan potensi unggulannya yakni sungai sebagaimana Pacu Jalur yang telah dikenal luas. Ini bisa jadi contoh, bagaimana kita mengekspose kearifan lokal dan memadukanya dengan event-event besar," ungkap Sekda.
Sekda menambahkan, bahwa Pawai Budaya Perahu Hias pada ajang MTQ menjadi gambaran bahwa budaya bisa disandingkan dengan upaya membumikan Al Qur'an.
"Sebagaimana filosofis masyarakat melayu di Bumi Lancang Kuning, Adat Bersendikan Syarak, Syarak Bersendikan Kitabullah, artinya kebudayaan tetap bisa dikembangkan tanpa bertentangan dengan ajaran agama," lanjut Tantawi.

Semah Laut ialah tradisi tolak bala, mengharap kelimpahan hasil tangkapan dan doa mohon keselamatan serta keberkahan dari Allah SWT selama mencari kehidupan di laut.

Bagi masyarakat pesisir Inhil, Semah Laut jadi upaya menjaga keseimbangan antara manusia dan alam, serta menjunjung nilai tauhid dengan berserah kepada Sang Pemberi Rezeki. Nilai yang bisa disambungkan dengan ajang MTQ, tuk senantiasa mendekat kepada Allah melalui kecintaan terhadap kalamNya.