Katerina Susanti Dorong Kader PKK Keritang Gencarkan Gemarikan, Konsumsi Ikan Inhil Masih 40,15 Kg per Kapita
Zulkifli

KERITANG – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Indragiri Hilir, Hj. Katerina Susanti Herman, mendorong kader PKK untuk lebih aktif mengedukasi masyarakat tentang pentingnya mengonsumsi ikan sebagai sumber pangan bergizi. Upaya tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kualitas kesehatan keluarga sekaligus mendukung ketahanan pangan berbasis perikanan.

Hal itu disampaikannya saat membuka Sosialisasi Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) yang diselenggarakan Dinas Perikanan Kabupaten Indragiri Hilir bagi kader PKK se-Kecamatan Keritang, Jumat (23/10/2026). Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan monitoring dan evaluasi administrasi serta 10 Program Pokok PKK Kecamatan Tahun 2026.
Dalam sambutannya Katerina menjelaskan bahwa ketahanan pangan dan gizi masih menjadi isu penting yang membutuhkan perhatian bersama. Sebagai daerah yang memiliki potensi perikanan, Kabupaten Indragiri Hilir memiliki peluang besar untuk mendorong pemanfaatan ikan sebagai bagian dari pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat.

“Ikan merupakan salah satu sumber protein hewani yang memiliki kandungan gizi tinggi dan berperan penting dalam peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, dibutuhkan peningkatan konsumsi ikan masyarakat yang menjadi salah satu indikator kebijakan peningkatan konsumsi pangan bergizi berbasis ikan,” demikian disampaikan Katerina dalam sambutannya.
Ia turut menyoroti data konsumsi ikan yang menunjukkan bahwa angka konsumsi ikan Kabupaten Indragiri Hilir pada 2025 tercatat sebesar 40,15 kilogram per kapita per tahun. Angka tersebut masih berada di bawah rata-rata konsumsi ikan Provinsi Riau sebesar 43,80 kilogram per kapita per tahun maupun angka nasional sebesar 59,53 kilogram per kapita per tahun, sebagaimana tercantum dalam bahan sambutan.

Kondisi tersebut menunjukkan perlunya upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai manfaat ikan bagi kesehatan dan pemenuhan gizi keluarga. Salah satu langkah yang dapat dilakukan ialah memperluas edukasi melalui kegiatan Gemarikan dengan melibatkan kader PKK hingga tingkat desa dan kelurahan.
Melalui sosialisasi ini, kader PKK diharapkan tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai pentingnya konsumsi ikan, tetapi juga mampu meneruskan pengetahuan tersebut kepada keluarga dan masyarakat di lingkungan masing-masing.

Dalam sambutannya, Katerina juga menekankan pentingnya penerapan ilmu yang diperoleh dari kegiatan sosialisasi dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, penyebarluasan pengetahuan oleh kader menjadi bagian penting agar manfaat kegiatan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Ia berharap para kader dapat berperan aktif dalam membangun kebiasaan mengonsumsi ikan sejak usia dini serta menyampaikan pemahaman mengenai manfaat ikan sebagai salah satu sumber pangan bergizi bagi pertumbuhan dan kesehatan tubuh.

Selain sosialisasi Gemarikan, kegiatan tersebut juga diisi dengan monitoring dan evaluasi administrasi serta pelaksanaan 10 Program Pokok PKK. Evaluasi ini menjadi bagian dari upaya melihat pelaksanaan program sekaligus mendukung tertib administrasi dan keberlanjutan kegiatan pemberdayaan keluarga di tingkat kecamatan.

Pelaksanaan monitoring dan evaluasi diharapkan dapat memperkuat koordinasi antara TP-PKK kabupaten dan kecamatan, sekaligus mendorong kader untuk menjalankan program secara terarah sesuai kebutuhan masyarakat.

