Logo Mediacenter

Jadi Narasumber LKK HMI Tingkat Nasional, Katerina Tekankan Pentingnya Literasi Kesehatan Reproduksi Perempuan

ZU

Zulkifli

Selasa, 29 September 2026
Jadi Narasumber LKK HMI Tingkat Nasional, Katerina Tekankan Pentingnya Literasi Kesehatan Reproduksi Perempuan
Ilustrasi: Jadi Narasumber LKK HMI Tingkat Nasional, Katerina Tekankan Pentingnya Literasi Kesehatan Reproduksi Perempuan

TEMBILAHAN – Bunda Literasi Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) yang juga Ketua TP PKK Inhil, Hj. Katerina Susanti Herman, SKM., S.Kep., M.Kes., menekankan pentingnya literasi kesehatan reproduksi bagi perempuan dalam membangun keluarga serta generasi yang sehat dan berkualitas.

Hal tersebut disampaikan Hj. Katerina Susanti saat menjadi narasumber pada Latihan Khusus Kohati (LKK) tingkat nasional yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Indragiri Hilir, Senin (28/9/2026) siang, di Hotel 3 Putri, Tembilahan.

LKK tingkat nasional tersebut mengangkat tema “Terbina Kader Futuristik Berbasis Ekologi dan Keadilan Sosial”. Dalam kesempatan itu, Hj. Katerina Susanti menyampaikan materi bertajuk “Literasi Kesehatan Reproduksi dalam Membangun Perempuan yang Sehat dan Berkualitas.”

Dalam pemaparannya, Hj. Katerina menjelaskan bahwa literasi kesehatan reproduksi merupakan bagian penting dalam meningkatkan kualitas kehidupan perempuan. Pemahaman yang baik mengenai kesehatan reproduksi dinilai dapat membantu perempuan mengambil keputusan yang tepat dalam menjaga kesehatan diri, mempersiapkan kehidupan berkeluarga, serta menjalankan peran di tengah masyarakat.

Menurutnya, perempuan memiliki peran strategis dalam berbagai aspek kehidupan. Di satu sisi, perempuan perlu memiliki ruang untuk mengembangkan potensi, pendidikan dan karier, sementara di sisi lain juga memiliki peran penting dalam membangun dan menjaga keluarga.

“Sebagai perempuan, kita harus mampu mengembangkan diri dan memiliki karier, namun di sisi lain juga memiliki peran penting sebagai ibu dalam menjaga dan membangun keluarga,” ujarnya.

Lebih lanjut, Hj. Katerina menekankan bahwa pemahaman mengenai kesehatan reproduksi perlu dibangun sejak usia remaja. Edukasi dan pola hidup sehat sejak dini menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi yang sehat sekaligus mendukung upaya pencegahan berbagai persoalan kesehatan, termasuk stunting.

Menurutnya, pencegahan stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab ketika seseorang telah menjadi orang tua, tetapi merupakan proses yang perlu dipersiapkan sejak sebelum memasuki kehidupan berkeluarga.

“Pemahaman tentang kesehatan reproduksi dan pola hidup sehat perlu diberikan sejak dini, termasuk kepada generasi muda. Ini merupakan bagian dari investasi dalam menyiapkan generasi yang sehat dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045,” jelasnya.

Sebagai Bunda Literasi Inhil, Hj. Katerina juga menilai bahwa literasi kesehatan perlu terus diperkuat di tengah masyarakat. Literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan memperoleh informasi, tetapi juga kemampuan memahami, menyaring, dan menerapkan pengetahuan secara tepat dalam kehidupan sehari-hari.

Ia berharap kegiatan seperti LKK HMI tingkat nasional dapat menjadi ruang bagi generasi muda, khususnya kader perempuan, untuk memperluas wawasan dan meningkatkan kepedulian terhadap berbagai isu strategis yang berkaitan dengan perempuan, kesehatan, keluarga, dan pembangunan sumber daya manusia.

Kegiatan LKK tingkat nasional tersebut diikuti para peserta dari berbagai daerah. Di akhir kegiatan, Hj. Katerina Susanti Herman bersama peserta melakukan foto bersama dan dilanjutkan dengan penyerahan bingkisan kepada para peserta sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dalam kegiatan tersebut.