Logo Mediacenter

Bupati Inhil jadi Narasumber Forum Rehabilitasi Mangrove, Harapkan Ekosistem Pulih, Ekonomi Masyarakat Pesisir Meningkat

NI

Nirma

Jumat, 30 Oktober 2026
Bupati Inhil jadi Narasumber Forum Rehabilitasi Mangrove, Harapkan Ekosistem Pulih, Ekonomi Masyarakat Pesisir Meningkat
Ilustrasi: Bupati Inhil jadi Narasumber Forum Rehabilitasi Mangrove, Harapkan Ekosistem Pulih, Ekonomi Masyarakat Pesisir Meningkat

Lebih dari 130.000 hektare (ha) luas hutan mangrove terbentang di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), bukan hanya sebagai benteng alami pesisir, kawasan ini juga jadi penjaga kebun kelapa dan tempat berkembangnya biota laut, yang menjadi sumber penghidupan masyarakat.

Upaya menjaganya tetap lestari, Bupati Indragiri Hilir (Inhil) Herman, hadir sebagai narasumber dari Forum Komunikasi Daerah Rehabilitasi Mangrove dan Keberlanjutan Provinsi Riau, sebuah ruang diskusi menyusun langkah-langkah menjaga alam dan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Selain Bupati Inhil sebagai narasumber, hadir sebagai Keynote Speaker, Sekretaris Daerah Riau, Syahrial Abdi sekaligus Ketua Tim Pelaksana Kelompok Kerja Mangrove Daerah, dan rasumber lainnya yakni, plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Riau, M. Job Kurniawan, Koordinator Pusat Unggulan Iptek Gambut dan Kebencanaan Universitas Riau, Eng. Sigit Sutikno dan Provincial Project Implementation Unit (PPIU) Mangroves for Coastal Resilience (M4CR) Riau, Muhammad Arif Fachrurozi.

Bupati Inhil Herman tuturkan, sebagian wilayah hutan mangrove mengalami kerusakan, disebabkan penebangan liar hingga kikisan ombak yang merusak garis pantai. Akibatnya kebun kelapa ikut rusak, ekonomi masyarakat terpukul.

“Sedih rasanya, ketika melihat kelapa yang biasa menjulang kini tinggal batangnya saja. Alhamdulillah ada bantuan dari Kementerian Kehutanan dan Balai Wilayah Sungai berupa tanggul pemecah gelombang. Jadi, ketika air masuk ia meninggalkan lumpur dan material lain hingga menumpuk jadi daratan baru, di sinilah akan ditanam kembali pohon mangrove,” Bupati Inhil menjelaskan dalam Forum yang berlangsung Kamis (29/10) pagi di Hotel Prime Park, Pekanbaru.

Dukungan juga didapat melalui M4CR, proyek nasional yang digagas Kementerian Kehutanan, bertujuan merehabilitasi ekosistem mangrove yang terdegradasi, memperkuat ketahanan wilayah pesisir dari bencana, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kita libatkan kelompok masyarakat dalam penanaman bibit mangrove, pembersihan, serta pemeliharaan tanaman dengan sistem upah harian. Ada juga pembinaan, pelatihan dan pendampingan dalam budidaya ramah lingkungan seperti budidaya udang, kepiting dan usaha alternatif pesisir lainnya, mereka juga diberi jaminan dari BPJS Ketenagakerjaan,” ungkap PPIU M4CR Riau, Muhammad Arif Fachrurozi.

Kebermanfaatan Proyek ini diharapkan Bupati Inhil terus berlanjut demi memperbaiki kawasan yang rusak dan memperluas areal hutan mangrove.

Harapan senada juga disampaikan plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Riau, M. Job Kurniawan. M4CR dinilainya telah melakukan langkah perbaikan yang sesuai budaya dan geografis kabupaten masing-masing.

“Jika hutan mangrove baik di atasnya, maka baik pula kehidupan di bawah lautnya, mari kita jaga mangrove yang telah ditanam dan jangan ada lagi yang melakukan penebangan hanya demi uang,” pesan plt. DLHK Riau.

Berdiskusi dengan lintas sektor, Bupati Herman harapkan, menguatnya kolaborasi dalam mendukung rehabilitasi mangrove dan meningkatnya ekonomi masyarakat pesisir di Kabupaten Inhil yang memiliki kawasan mangrove terluas di Riau.