Bupati Inhil Harap Peran Penyuluh Agama Sosialisasikan Program Pemerintah

Hal ini disampaikan Bupati saat membuka secara resmi kegiatan penyuluhan dan pembekalan serta penyerahan SK Penyuluh Agama Islam Non PNS di lingkungan Kantor Kementrian Agama Kabupaten Inhil, Senin (27/1/2020) di aula salah satu hotel di Tembilahan.

"Saya sudah berkomitmen, ada salah satu program prioritas yang namanya adalah DMIJ Plus Terintegrasi, plus terintegrasi inilah di mana keterkaitannya dengan Penyuluh Agama. Melalui DMIJ Plus Terintegrasi, sudah dituangkan dalam RPJMD 2018-2023 yang disahkan, saya sangat mengharapkan dukungan dan bantuan melalui penyuluh yang ada di lingkup Kementerian Agama Kabupaten Indragiri Hilir," urai Bupati.

Periode ini, dikatakan Bupati, Pemerintah fokus pada pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui Magrib Mengaji yang masih menjadi salah satu program wajib, dan kini ditambah dengan Program 1 Desa/ Kelurahan 1 Rumah Tahfidz.

"Program tersebut menjadi penting dan diharapkan sukses. Program agama tersebut lahir karena berawal dari kerisauan pemerintah terhadap kehidupan generasi milenial dewasa ini," tutur Bupati.

Senada dengan Bupati, Kepala Kantor Kemenag Inhil, H Harun SAg MPd, menceritakan sekilas mengenai peran Penyuluh Agama. Penyuluh Agama diharapkan dapat menunjang Program Prioritas Pemerintah, mulai dari Program Magrib Mengaji, DMIJ Plus Terintegrasi, hingga 1 Desa/ Kelurahan 1 Rumah Tahfidz.

"Salah satu tugas Penyuluh Agama ialah menyampaikan pesan-pesan pembangunan dengan bahasa agama, artinya memberikan kesejukan, ketentraman, kedamaian, dan konseling," pungkas Kepala Kantor Kemenag Inhil.

Turut hadir dalam kesempatan itu Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Inhil Susilo SH, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Inhil, Ketua MUI Kabupaten Inhil, Narasumber, Penyuluh Agama se-Kabupaten Inhil, serta tamu undangan lain.

 

.....
Tembilahan, 27/1/2020
Diskominfops Inhil

  • Ditayangkan oleh: Sukma Novriama Fahlawaini.S
  • Senin, 27 Januari 2020 14:00 WIB
  • Kemenag , Tembilahan, Inhil, RIAU