Bupati Inhil dan Bunda PAUD Gaungkan Gerakan Anti Perundungan di SDN 003 Sungai Luar
Batang Tuaka – Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) terus menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan ramah anak. Hal tersebut ditunjukkan melalui kegiatan sosialisasi anti perundungan dan kekerasan yang digelar di SD Negeri 003 Sungai Luar, Kecamatan Batang Tuaka, Kamis (12/3/2026).

Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Indragiri Hilir yang diwakili Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Setda Inhil, Muammar Gaddafi. Turut hadir Bunda PAUD Kabupaten Indragiri Hilir, Katerina Susanti, didampingi Kepala Dinas Pendidikan Inhil serta unsur terkait lainnya.
Kehadiran rombongan disambut antusias oleh para siswa. Dalam kegiatan tersebut, Bunda PAUD terlihat akrab dan hangat berinteraksi dengan anak-anak, bahkan merangkul serta menyapa para siswa yang mengikuti sosialisasi dengan penuh semangat.

Dalam sambutannya, Bunda PAUD Kabupaten Inhil, Katerina Susanti, menegaskan bahwa anak-anak merupakan amanah besar yang harus dijaga dan dilindungi bersama.
“Anak-anak adalah amanah terbesar yang dititipkan kepada kita semua. Di pundak merekalah masa depan bangsa, termasuk kemajuan Kabupaten Indragiri Hilir ini akan diletakkan,” ujarnya.

Ia menambahkan, tantangan zaman yang semakin kompleks membuat berbagai bentuk kekerasan terhadap anak, termasuk perundungan, tidak lagi hanya berupa kekerasan fisik, tetapi juga dapat muncul dalam bentuk tekanan mental melalui kata-kata maupun perilaku yang sering kali luput dari perhatian.
“Perundungan bukan sekadar candaan biasa atau kenakalan anak. Perundungan adalah luka batin yang dapat merusak kepercayaan diri anak dan berdampak pada masa depan mereka,” tegasnya.

Katerina juga menyampaikan bahwa pemerintah telah memperkuat upaya perlindungan anak melalui Permendikbudristek Nomor 46 Tahun 2023 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Satuan Pendidikan yang menegaskan hak setiap anak untuk merasa aman di lingkungan sekolah.
Selain itu, di Kabupaten Indragiri Hilir juga telah digerakkan berbagai program pencegahan kekerasan terhadap anak, di antaranya Gerakan Aksi Sekolah Anti Bullying (GASING) yang diinisiasi oleh GOW Kabupaten Inhil, serta program BUBUHAN (Gerakan Bersama Upayakan Bimbingan dan Hentikan Kekerasan pada Anak dan Perempuan) yang menjadi program unggulan TP-PKK Kabupaten Inhil.

“Kolaborasi lintas sektor ini menjadi bukti bahwa daerah kita serius dalam menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal,” tambahnya.
Sementara itu, dalam sambutan tertulis Bupati Indragiri Hilir Herman yang disampaikan oleh Staf Ahli Bupati Muammar Gaddafi, pemerintah daerah menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan sosialisasi tersebut.

“Atas nama pemerintah daerah, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas kegiatan ini. Pemerintah daerah tentu mendukung penuh upaya pencegahan bullying di lingkungan sekolah,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa perundungan merupakan persoalan serius yang dapat berdampak negatif terhadap kondisi mental, emosional, serta proses belajar anak.

“Bullying tidak hanya merusak mental dan emosional anak, tetapi juga dapat mengganggu proses belajar mereka. Oleh karena itu, kita harus menciptakan lingkungan yang kondusif agar setiap anak merasa dihargai dan diterima di lingkungan sekolahnya,” jelasnya.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, pemerintah daerah berharap para siswa dapat memahami bahaya perundungan, berani melaporkan jika terjadi tindakan bullying, serta tidak menjadi pelaku perundungan terhadap teman-temannya.
Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir juga berharap sinergi antara sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat dapat terus diperkuat agar lingkungan pendidikan benar-benar menjadi ruang yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan anak secara optimal.