Logo Mediacenter

Bupati Herman Ajak Santri Kuasai Teknologi dan Jadi Pelopor Kemajuan Bangsa

ZU

Zulkifli

Selasa, 27 Oktober 2026
Bupati Herman Ajak Santri Kuasai Teknologi dan Jadi Pelopor Kemajuan Bangsa
Ilustrasi: Bupati Herman Ajak Santri Kuasai Teknologi dan Jadi Pelopor Kemajuan Bangsa

TEMBILAHAN – Bupati Indragiri Hilir (Inhil), H. Herman, SE., MT., mengajak para santri untuk tidak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi guna mengambil peran strategis dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Ajakan tersebut disampaikan saat Bupati Herman bertindak sebagai pembina upacara Peringatan Hari Santri Tahun 2026 di Lapangan Gajah Mada Tembilahan, Senin (26/10/2026).

Peringatan Hari Santri tahun ini mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”. Dalam amanat Menteri Agama Republik Indonesia yang dibacakannya, Herman menegaskan bahwa santri memiliki tanggung jawab besar dalam menentukan arah dan masa depan bangsa.

Menurutnya, perjuangan santri pada masa kini tidak lagi sebatas mempertahankan kemerdekaan seperti yang dilakukan para pendahulu, tetapi juga membangun bangsa melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, pengembangan inovasi, serta penguatan akhlak mulia.

“Santri tidak boleh merasa kecil dan tidak boleh membatasi diri. Santri bisa menjadi apa saja, mulai dari ulama, ilmuwan, pendidik, pengusaha, hingga pemimpin bangsa, selama terus belajar, bersungguh-sungguh, dan mengabdikan ilmunya bagi kemajuan Indonesia,” demikian pesan dalam amanat tersebut.

Herman juga mengingatkan kembali peran penting ulama dan santri dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia, khususnya melalui Resolusi Jihad yang dimaklumatkan Hadratussyekh Kiai Haji Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945.

Resolusi Jihad menjadi salah satu pemantik semangat perjuangan umat Islam dalam mempertahankan kemerdekaan, yang turut menggerakkan perlawanan rakyat hingga mencapai puncaknya dalam peristiwa 10 November 1945, yang kini diperingati sebagai Hari Pahlawan.

Menghadapi visi Indonesia Emas 2045, Herman menekankan pentingnya menyiapkan sumber daya manusia yang unggul, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, berakhlak mulia, serta mampu menghadirkan inovasi.

Karena itu, para santri didorong untuk terus mengembangkan kapasitas diri tanpa meninggalkan tradisi luhur pesantren dan nilai-nilai keislaman.

“Jadilah generasi yang teguh memegang nilai-nilai keislaman, terbuka terhadap kemajuan, serta mampu menghadirkan solusi bagi persoalan masyarakat,” demikian pesan yang disampaikan dalam amanat tersebut.

Ia juga mengajak para santri menjadi pelopor kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, pelopor persatuan, penjaga kerukunan, penggerak kemandirian ekonomi, serta sahabat bagi lingkungan.

Nilai-nilai agama, menurut amanat tersebut, harus menjadi sumber inspirasi untuk merawat bumi, menebarkan kedamaian, dan membangun kehidupan masyarakat yang lebih baik. Perbedaan tidak boleh menjadi alasan untuk terpecah belah, sebab kemajuan bangsa hanya dapat diwujudkan melalui kebersamaan.

Lebih lanjut, Herman menegaskan bahwa peringatan Hari Santri bukan hanya milik kalangan santri dan pesantren, melainkan juga seluruh bangsa Indonesia yang menghargai perjuangan, menjunjung persatuan, dan mencintai tanah air.

Semangat hubbul wathan minal iman atau cinta tanah air sebagai bagian dari iman, menjadi pengingat bahwa menjaga keutuhan bangsa merupakan tanggung jawab bersama.